Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Teheran Klaim Kedaulatan atas Pelayaran di Selat Hormuz

Admin May 17, 2026 at 11:03
Teheran Klaim Kedaulatan atas Pelayaran di Selat Hormuz

Berdasarkan laporan, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyatakan Teheran tidak lagi akan mengizinkan lewatnya peralatan militer yang ditujukan bagi musuhnya melalui Selat Hormuz. Menurut data yang disampaikan pejabat Iran, negara itu sebelumnya telah melepaskan sebagian hak kedaulatannya dengan membiarkan lalu lintas semacam itu, namun Aref menegaskan “Kami tidak akan mengizinkan itu lagi.” Hingga laporan ini ditulis, Iran disebut merencanakan mekanisme pengelolaan lalu lintas dan jalur yang ditunjuk untuk kapal dagang serta pihak yang “bekerja sama” dengan otoritas Iran; sistem ini dikabarkan akan memungut biaya untuk layanan tertentu dan secara eksplisit mengecualikan peserta program pengawalan maritim AS. Pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap campur tangan AS akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang rincian teknis dan penerapan sistem tersebut. Sumber lokal menyebutkan langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade pelabuhan yang diberlakukan oleh AS, namun pihak-pihak internasional terkait belum mengonfirmasi. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan tambahan dan dampak potensial terhadap perdagangan minyak global.

Photo by: Behnam Ramezani, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.