Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Strategi Israel yang Tak Terlalu Rahasia: Ini Rencana Sebenarnya untuk Gaza

Admin July 16, 2026 at 02:03
Strategi Israel yang Tak Terlalu Rahasia: Ini Rencana Sebenarnya untuk Gaza

Berdasarkan laporan The Jerusalem Post, kabinet keamanan Israel diberitahu bahwa IDF kini menguasai sekitar 67–70% wilayah Jalur Gaza, naik dari kira-kira 53% yang diatur dalam kesepakatan penukaran sandera sebelumnya. Menurut data yang disampaikan oleh pejabat militer Israel, perluasan ini diperintahkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan setelah Hamas menolak rencana 20 poin yang melibatkan penyerahan senjata.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan udara dan tembakan artileri terus menargetkan kawasan pemukiman pengungsi, termasuk tenda-tenda di Khan Yunis yang terlihat dalam foto laporan. Hingga laporan ini ditulis, dilaporkan ratusan warga Palestina menjadi korban serangan baru-baru ini; banyak anak-anak dan keluarga yang gugur ketika target-target sipil terkena dampak operasi militer. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban dari insiden-insiden terpisah tersebut.

Menurut data yang dirilis oleh organisasi kemanusiaan dan dilaporkan Al Jazeera, sistem kesehatan Gaza dalam kondisi kolaps, dengan kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan. Laporan tersebut menyebutkan total korban tewas sejak Oktober 2023 menembus angka puluhan ribu; organisasi internasional menilai penderitaan kemanusiaan sangat besar, meskipun klaim-klaim resmi Israel tentang suplai bantuan yang cukup turut beredar.

Politik dalam negeri Israel juga memainkan peran sentral. Berdasarkan laporan dan pernyataan pejabat, pemerintah menegaskan perlunya dominasi militer yang berkepanjangan di Jalur Gaza dan secara tegas menolak kerangka yang mensyaratkan penarikan penuh pasukan. Menurut Haaretz, motif politik—termasuk dinamika koalisi ekstremis dan pertimbangan menjelang pemilu—memengaruhi keputusan untuk mempertahankan jejak militer yang luas di wilayah tersebut.

Di panggung internasional, ada pula laporan soal perlakuan terhadap tahanan asing dan aktivis; The Guardian menyoroti gugatan kriminal yang diajukan oleh aktivis Jerman terkait dugaan pelecehan saat ditahan, sebuah tuduhan yang, menurut laporan, “dikategorikan sebagai bagian dari masalah yang lebih luas”. Tuduhan-tuduhan semacam ini Belum dapat diverifikasi secara independen dan mendapat tanggapan beragam dari otoritas Israel.

Analisis para pengamat menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan—mengamankan wilayah luas di Gaza secara bertahap, menargetkan komando senior dan mencegah rearmament—lebih mirip kebijakan pendudukan berkepanjangan daripada operasi yang bersifat terbatas. Sumber-sumber diplomatik menilai bahwa keterlibatan militer yang berlanjut akan menghambat upaya rekonstruksi dan kemungkinan solusi politik jangka panjang.

Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim dan angka yang beredar, termasuk rincian korban per insiden dan pernyataan resmi yang berlawanan. Belum dapat diverifikasi secara independen motivasi penuh di balik keputusan kebijakan tingkat tinggi, sehingga laporan ini mengandalkan pernyataan terbuka dari pejabat, laporan media internasional, dan sumber-sumber lokal yang tersedia saat ini.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.