Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Serangan RSF di Sudan Barat Hancurkan Desa, Ribuan Mengungsi

Admin July 7, 2026 at 20:05
Serangan RSF di Sudan Barat Hancurkan Desa, Ribuan Mengungsi

Berdasarkan laporan warga setempat dan PBB, serangan yang dikaitkan dengan Rapid Support Forces (RSF) di kawasan barat Sudan dekat perbatasan dengan Chad telah menghancurkan beberapa desa dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi.

Menurut data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), lebih dari 3.500 orang mengungsi pada hari Jumat dari desa Wadi Fungo di wilayah Um Buru, Darfur Utara. Sumber lokal menyebutkan puluhan kendaraan RSF memasuki wilayah tersebut dan melakukan penyerangan yang menyebabkan kebakaran serta kerusakan bangunan tempat tinggal.

Saksi mata yang diwawancarai oleh agen berita internasional mengatakan penduduk melarikan diri dengan membawa barang-barang sedikit sambil menempuh perjalanan jauh untuk mencari tempat aman. Hingga laporan ini ditulis, jumlah korban jiwa dan detail kerugian material masih belum dapat dipastikan; beberapa saksi melaporkan warga tewas dalam serangan tersebut.

PBB sebelumnya menuduh RSF melakukan pembantaian terhadap komunitas non-Arab di Darfur, termasuk anggota kelompok etnis Zaghawa, dan menyerukan penghentian kekerasan serta akses kemanusiaan tanpa hambatan ke wilayah terdampak. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim baru terkait motif atau target spesifik dari serangan ini.

Sumber lokal menyebutkan pendirian beberapa tempat penampungan darurat untuk menampung pengungsi, sementara organisasi kemanusiaan berupaya mengerahkan bantuan makanan dan medis. Namun akses ke beberapa lokasi masih terhambat oleh lingkungan yang tidak stabil.

Tim redaksi masih memverifikasi laporan lebih lanjut termasuk jumlah pasti pengungsi, korban jiwa, dan identitas mereka. PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya dipantau untuk informasi resmi yang lebih lengkap tentang situasi di Darfur Utara.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.