Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Serangan terhadap Infrastruktur Sipil ‘Tidak Dapat Diterima’, Kata Sekjen PBB di Tengah Eskalasi AS-Iran

Admin July 18, 2026 at 04:06
Serangan terhadap Infrastruktur Sipil ‘Tidak Dapat Diterima’, Kata Sekjen PBB di Tengah Eskalasi AS-Iran

Berdasarkan laporan internasional, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam serangkaian serangan yang menargetkan infrastruktur sipil di kawasan Teluk sebagai “tidak dapat diterima” dan mendesak jalur diplomasi untuk meredakan eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut data yang dilaporkan oleh sejumlah media internasional, termasuk Reuters, BBC dan CNBC, pasukan AS melancarkan serangan udara beruntun terhadap sasaran di Iran selama beberapa malam berturut-turut, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan dan fasilitas di wilayah Teluk serta menimbulkan gangguan pada instalasi energi dan air di negara-negara tetangga.

Menurut data tersebut, infrastruktur seperti jembatan, bandar udara, jaringan listrik, dan fasilitas penyulingan air (desalinisasi) dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan terhadap fasilitas air di Kuwait menyebabkan gangguan pasokan dan terdapat laporan awal tentang korban sipil. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah korban dan rincian kerusakan yang diklaim pihak-pihak yang bertikai.

Guterres memperingatkan bahwa penargetan atau destruksi fasilitas sipil penting berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum humaniter internasional hingga peringatan mengenai kemungkinan kejahatan perang jika pola serangan terhadap infrastruktur sipil terus berlanjut. “Diplomasi harus dikedepankan untuk mencegah perburukan situasi yang dapat memicu dampak kemanusiaan luas,” ujar Sekjen PBB, sebagaimana dikutip dalam pernyataan yang dirilis oleh organisasi tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, ketegangan di wilayah masih tinggi dan ancaman terhadap jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga energi global serta kekhawatiran akan terganggunya pasokan bahan bakar. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait sasaran militer versus kerusakan sipil yang disampaikan oleh masing-masing pihak dan terus memantau perkembangan di lapangan.

Photo by: Emir Kenter, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.