Iran: Selat Hormuz Tak Akan Kembali ke Status Sebelum Perang
Berdasarkan laporan, juru bicara angkatan bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang 40 hari”. Menurut data yang disampaikan oleh Zolfaghari, Amerika Serikat “ketakutan” terhadap kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dan dituduh berupaya mendestabilisasi keamanan koridor transit strategis tersebut. Iran juga meminta negara-negara Teluk agar “tidak mengizinkan Amerika menggunakan wilayah mereka untuk menyerang kami”, kata sang juru bicara.
Sumber lokal menyebutkan meningkatnya patroli militer di perairan sekitar Selat Hormuz sejak eskalasi terbaru. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai perubahan permanen pada aturan pelayaran di kawasan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa status selat akan berubah selamanya atau bahwa negara-negara Teluk telah setuju mengikuti permintaan Iran. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan kedua belah pihak dan data lapangan terkait aktivitas militer serta dampaknya terhadap pelayaran komersial.
Photo by: Julien Goettelmann, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel