Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Iran: Selat Hormuz Tak Akan Kembali ke Status Sebelum Perang

Admin July 17, 2026 at 06:04
Iran: Selat Hormuz Tak Akan Kembali ke Status Sebelum Perang

Berdasarkan laporan, juru bicara angkatan bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa situasi di Selat Hormuz “tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang 40 hari”. Menurut data yang disampaikan oleh Zolfaghari, Amerika Serikat “ketakutan” terhadap kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dan dituduh berupaya mendestabilisasi keamanan koridor transit strategis tersebut. Iran juga meminta negara-negara Teluk agar “tidak mengizinkan Amerika menggunakan wilayah mereka untuk menyerang kami”, kata sang juru bicara.

Sumber lokal menyebutkan meningkatnya patroli militer di perairan sekitar Selat Hormuz sejak eskalasi terbaru. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai perubahan permanen pada aturan pelayaran di kawasan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa status selat akan berubah selamanya atau bahwa negara-negara Teluk telah setuju mengikuti permintaan Iran. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan kedua belah pihak dan data lapangan terkait aktivitas militer serta dampaknya terhadap pelayaran komersial.

Photo by: Julien Goettelmann, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.