Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Laporan: Qatar Percepat Mediasi untuk Perbaiki Proposal Iran di Tengah Perbedaan AS-Israel

Admin May 13, 2026 at 20:04
Laporan: Qatar Percepat Mediasi untuk Perbaiki Proposal Iran di Tengah Perbedaan AS-Israel

Berdasarkan laporan yang beredar, Qatar meningkatkan upaya mediasi antara Iran dan Amerika Serikat untuk memperbaiki proposal Tehran terbaru dan menjaga pembicaraan tetap berjalan. Menurut data yang dikutip dari media Israel, pemerintah Qatar ikut mendalami rincian setelah Iran menyerahkan proposal 14 poin yang menurut Washington tidak memadai.

Sumber lokal menyebutkan pihak Israel merasa khawatir bahwa diskusi AS-Iran terlalu terfokus pada masalah nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa mengatasi program rudal balistik Iran maupun aktivitas kelompok-kelompok sekutu regional. Laporan itu menyatakan Presiden AS diperkirakan mencari dua tujuan utama: pembukaan kembali Selat Hormuz dan kesepakatan nuklir yang mengekang kemampuan Iran atas bahan nuklir yang diperkaya.

Hingga laporan ini ditulis, Qatar dilaporkan terus memediasi dengan harapan bisa memperhalus atau menambah poin-poin dalam proposal Iran agar dapat diterima oleh Washington. Namun, klaim mengenai isi rincian negosiasi dan respons pihak-pihak terkait belum dapat diverifikasi secara independen.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut, termasuk pernyataan resmi dari Doha, Teheran, Washington, dan Yerusalem. Informasi tambahan akan diperbarui setelah sumber primer dapat dikonfirmasi.

Photo by: byAmirli ‌‌, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.