Duta Tetap Suriah di PBB di Dewan Keamanan: Anak-anak dan Konflik Bersenjata
Berdasarkan laporan komisi independen yang ditugaskan PBB mengenai situasi di wilayah pendudukan, Duta Tetap Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan pernyataan keras di Dewan Keamanan terkait isu “Anak-anak dan Konflik Bersenjata”. Dalam pidatonya, delegasi Suriah menuntut akuntabilitas internasional dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai serangan sistematis terhadap populasi sipil, termasuk anak-anak.
Menurut data yang dikompilasi oleh komisi tersebut, antara Oktober 2023 hingga Oktober 2025 lebih dari 20.000 anak dilaporkan gugur dan puluhan ribu lainnya luka-luka akibat aksi militer yang mencakup tembakan sniper, serangan drone, serta penargetan kamp pengungsian dan fasilitas kesehatan. Sumber lokal menyebutkan dugaan penggunaan tembakan presisi terhadap anak-anak di beberapa lokasi, serta keterbatasan akses bagi tim medis.
Duta Tetap Suriah menggarisbawahi bahwa penderitaan anak-anak harus menjadi fokus utama komunitas internasional dan mendesak Dewan Keamanan untuk mengambil langkah konkret, termasuk sanksi dan rujukan ke mekanisme peradilan internasional. Pernyataan itu juga menyoroti, menurut delegasi, kehancuran sistem pendidikan dan kesehatan yang semakin memperparah krisis kemanusiaan bagi generasi muda.
Israel menolak temuan laporan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang keliru dan bias. Klaim-klaim mengenai taktik yang digunakan terhadap anak-anak juga mendapat bantahan resmi dari pihak yang dituduh. Belum dapat diverifikasi secara independen semua detail insiden yang tercantum dalam laporan komisi, termasuk angka korban dan modus operandi di lapangan.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada rekomendasi penegakan hukum internasional yang telah diterapkan secara efektif, meskipun komisi menyerukan tindakan lebih lanjut termasuk embargo senjata dan penangkapan pejabat yang dianggap bertanggung jawab. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim lapangan dan terus memantau perkembangan resmi dari Dewan Keamanan dan badan-badan PBB terkait.
Sumber: laporan komisi PBB yang dikutip dalam pemberitaan internasional; pernyataan resmi Duta Tetap Suriah di Dewan Keamanan. Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dari sumber lokal dan dokumen resmi.
Photo by: Ivan Hassib, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel