Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Penny Wong: Saya Percaya Wanita Australia yang Mengaku Diperkosa dan Dianiaya Prajurit Israel Usai Flotila Gaza

Admin June 4, 2026 at 17:04
Penny Wong: Saya Percaya Wanita Australia yang Mengaku Diperkosa dan Dianiaya Prajurit Israel Usai Flotila Gaza

Berdasarkan laporan, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan ia percaya pada wanita-wanita Australia yang menuduh telah diperkosa dan dianiaya oleh prajurit Israel setelah ditahan dalam operasi terhadap sebuah flotila kemanusiaan yang hendak membawa bantuan ke Gaza.

Menurut data yang disampaikan di hadapan sidang estimasi Senat, Wong mengatakan perlakuan terhadap wanita-wanita tersebut “tidak dapat diterima” dan bahwa tuduhan yang kemudian mereka buat sangat “menyedihkan”. Wong menegaskan posisi pribadinya untuk “selalu percaya pada wanita” ketika ada laporan pelecehan seksual.

Sumber lokal menyebutkan beberapa aktivis mengalami perlakuan kasar, termasuk penganiayaan fisik dan pelecehan seksual, setelah penahanan. Hingga laporan ini ditulis, rincian lengkap mengenai kejadian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan kronologi peristiwa masih kabur.

Beberapa perempuan dilaporkan telah dipulangkan kembali ke Australia. Pemerintah Australia, menurut pernyataan publik yang ada, menyatakan akan menindaklanjuti klaim tersebut dan memberikan dukungan konsuler kepada warga negaranya yang terdampak.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan meminta saksi serta bukti tambahan untuk memastikan kebenaran tuduhan. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada unsur pelanggaran hukum internasional yang lebih luas terkait insiden ini.

Hingga laporan ini ditulis, otoritas terkait di Australia dan pihak internasional yang relevan belum mengumumkan hasil investigasi final. Pemerintah Australia mengatakan akan terus memantau perkembangan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh kejelasan lebih lanjut.

Photo by: Efrem Efre, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.