Pejabat Iran: ‘Serangan AS Tidak Akan Dibiarkan Tanpa Jawaban’
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Middle East Eye dan Al Jazeera, Ali Safari, penasihat juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, menyatakan bahwa serangan AS ‘tidak akan dibiarkan tanpa jawaban’ dan menuduh Washington gagal menepati komitmen dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 16 Juni.
Menurut data yang disampaikan Safari kepada Al Jazeera, MoU menetapkan tanggung jawab untuk pengaturan masa depan di Selat Hormuz berada di tangan Iran dan harus dirumuskan bersama Oman dan negara-negara terkait lainnya. Ia menilai rute pelayaran selatan yang dibuat di bawah tekanan AS menghambat pelaksanaan kesepakatan dan menimbulkan risiko keamanan serius, termasuk kemungkinan tabrakan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pengiriman kapal melalui rute tersebut dengan sistem navigasi dimatikan merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan memperburuk ketegangan di kawasan. Safari juga memperingatkan bahwa Iran ‘jauh lebih kuat dari yang Anda bayangkan dan siap berperang’ jika komitmen yang ditandatangani tidak dihormati.
Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim mengenai dampak militer maupun adanya korban dari serangan yang dimaksud. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS mengenai rincian lanjutan atau tanggapan formal terhadap pernyataan pejabat Iran.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan memperbarui laporan jika bukti baru tersedia.
Photo by: DMV Photojournalism, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel