Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Kepala PBB Sangat Khawatir atas Eskalasi Terbaru Afghanistan-Pakistan

Admin June 30, 2026 at 05:03
Kepala PBB Sangat Khawatir atas Eskalasi Terbaru Afghanistan-Pakistan

Berdasarkan laporan Associated Press, The Guardian, dan sumber berita internasional lainnya, Sekretaris-Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan “deeply concerned” terhadap eskalasi kekerasan terbaru antara Afghanistan dan Pakistan dan menyerukan penghentian segera permusuhan serta perlindungan warga sipil.

Menurut data yang dikumpulkan dari otoritas Afghanistan dan laporan lapangan, serangan udara dan operasi darat yang dilancarkan Pakistan di provinsi timur Afghanistan — termasuk Paktia, Paktika, dan Kunar — dilaporkan menewaskan sedikitnya 36 warga sipil dan melukai lebih dari 160 lainnya. Dalam bahasa lokal korban yang meninggal digambarkan sebagai gugur. Belum dapat diverifikasi secara independen angka-angka tersebut.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan itu mengenai permukiman penduduk dan rumah-rumah, sementara pihak militer Pakistan mengatakan operasi itu adalah “berbasis intelijen” dan menargetkan tempat persembunyian militan, mengklaim 29 militan gugur. Klaim-klaim mengenai sasaran dan jumlah korban pihak bersenjata masih diperdebatkan.

Hingga laporan ini ditulis, ketegangan antara kedua negara telah meningkat dengan ancaman balasan dari pemerintah Taliban di Kabul, yang mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut termasuk identitas para korban dan kronologi operasi lintas-batas.

Guterres menyerukan “an immediate cessation of hostilities and the protection of civilians,” menekankan perlunya de-eskalasi dan akses kemanusiaan untuk menilai serta membantu para korban. Pernyataan PBB ini datang setelah beberapa upaya mediasi sebelumnya gagal meredam gesekan antara kedua negara.

Belum dapat diverifikasi secara independen laporan tentang apakah ada korban dari kelompok atau kewarganegaraan lain di antara mereka yang gugur atau terluka. Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan tambahan dari wilayah terdampak dan tanggapan resmi dari Islamabad dan pihak-pihak terkait lainnya.

Photo by: Kamal Hyder, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.