Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian Gaza yang Didukung Trump

Admin August 10, 2026 at 07:04
Netanyahu Tolak Rencana Perdamaian Gaza yang Didukung Trump

Berdasarkan laporan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana perdamaian Gaza 15-poin yang didukung Presiden AS Donald Trump dan kelompok yang disebut “Board of Peace”. Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel tidak akan mundur dari Gaza sampai Hamas benar-benar dilucuti senjata, termasuk penyerahan persenjataan ringan, suatu syarat yang menurutnya tidak tercapai oleh paket yang diajukan.

Menurut data dari dokumen rencana tersebut, proposal AS mengusulkan penarikan bertahap pasukan Israel, pembentukan komite nasional Palestina untuk mengelola transisi, serta penempatan kekuatan stabilisasi internasional. Sumber resmi AS menilai rencana itu penting untuk meredakan ketegangan regional dan menurunkan tekanan ekonomi, tetapi langkah Netanyahu menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan antara kedua sekutu.

Hingga laporan ini ditulis, ketegangan diplomatik antara Tel Aviv dan Washington masih berlangsung, dengan peringatan dari sejumlah pihak mengenai potensi mengganggu upaya de-eskalasi di wilayah tersebut. Hamas melalui pernyataannya menyebut tetap berkomitmen pada beberapa ketentuan peta jalan, namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sumber lokal menyebutkan bahwa operasi militer yang sedang berlangsung dan kekerasan pemukim di Tepi Barat semakin memperumit suasana politik domestik Israel menjelang pemilihan umum. Analis menyatakan bahwa keputusan Netanyahu dapat dimotivasi oleh tekanan dari basis sayap kanan untuk menunjukkan sikap tegas terhadap keamanan nasional.

Langkah penolakan ini berisiko mengasingkan sebagian pendukung AS dan mempersulit jalur diplomasi yang diusulkan untuk stabilisasi Gaza. Tim redaksi masih memverifikasi dampak konkret terhadap implementasi rencana, termasuk respons resmi Washington dan reaksi lebih luas dari aktor regional.

Photo by: abu adel, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.