Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Mantan PM Lebanon Salahkan Israel dan Hezbollah atas Penghambatan Negosiasi

Admin July 5, 2026 at 09:03

Berdasarkan laporan Middle East Eye, mantan Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora mengatakan Lebanon “terpaksa memasuki negosiasi dengan Israel” akibat situasi yang diciptakan oleh Hezbollah. Menurut data wawancara yang disiarkan Al Jazeera, Siniora menuduh bahwa “baik Israel maupun Hezbollah sedang mengulur waktu dan mengandalkan faktor waktu,” serta menyatakan ada “konvergensi kepentingan” di mana kedua pihak saling menggunakan satu sama lain sebagai dalih.

Siniora juga mengkritik kerangka perjanjian Lebanon-Israel, mengatakan ketiadaan ketentuan yang mewajibkan penarikan pasukan Israel adalah “tidak dapat diterima.” Ia menegaskan Lebanon harus diberi ruang untuk bernegosiasi dengan syaratnya sendiri dan menekankan perlunya tim negosiator yang berpengalaman. “Kita berhadapan dengan musuh yang licik dan ganas, dan kita tidak boleh mengirim siapa pun tanpa pengalaman,” ujarnya.

Sumber lokal menyebutkan bahwa ketegangan di perbatasan telah memperburuk tekanan politik untuk membuka jalur negosiasi, sementara beberapa pihak menilai upaya diplomatik berjalan lambat karena kedua belah pihak sama-sama menunggu momentum. Hingga laporan ini ditulis, pernyataan lanjutan dari pihak Israel dan Hezbollah Belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan perkembangan terkait negosiasi tersebut.

Photo by: , Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.