Mantan PM Lebanon Salahkan Israel dan Hezbollah atas Penghambatan Negosiasi
Berdasarkan laporan Middle East Eye, mantan Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora mengatakan Lebanon “terpaksa memasuki negosiasi dengan Israel” akibat situasi yang diciptakan oleh Hezbollah. Menurut data wawancara yang disiarkan Al Jazeera, Siniora menuduh bahwa “baik Israel maupun Hezbollah sedang mengulur waktu dan mengandalkan faktor waktu,” serta menyatakan ada “konvergensi kepentingan” di mana kedua pihak saling menggunakan satu sama lain sebagai dalih.
Siniora juga mengkritik kerangka perjanjian Lebanon-Israel, mengatakan ketiadaan ketentuan yang mewajibkan penarikan pasukan Israel adalah “tidak dapat diterima.” Ia menegaskan Lebanon harus diberi ruang untuk bernegosiasi dengan syaratnya sendiri dan menekankan perlunya tim negosiator yang berpengalaman. “Kita berhadapan dengan musuh yang licik dan ganas, dan kita tidak boleh mengirim siapa pun tanpa pengalaman,” ujarnya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa ketegangan di perbatasan telah memperburuk tekanan politik untuk membuka jalur negosiasi, sementara beberapa pihak menilai upaya diplomatik berjalan lambat karena kedua belah pihak sama-sama menunggu momentum. Hingga laporan ini ditulis, pernyataan lanjutan dari pihak Israel dan Hezbollah Belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan perkembangan terkait negosiasi tersebut.
Photo by: , Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel