Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Mendesak Penguatan Kesatuan GCC

Admin June 21, 2026 at 07:10
Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Mendesak Penguatan Kesatuan GCC

Berdasarkan laporan Middle East Eye, Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala badan intelijen dan mantan duta besar Saudi, mendesak negara-negara Teluk untuk membentuk jaringan pertahanan bersama yang mampu merespons secara kolektif terhadap ancaman terhadap anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Menurut data yang dipaparkan dalam tulisan Pangeran Turki di Asharq Al-Awsat, GCC telah menghadapi tantangan berulang dan harus “berdiri bersama seperti sebuah struktur yang padat dan diperkuat” guna memperkuat keamanan regional. Ia mengusulkan kerangka kerjasama defensif yang lebih terintegrasi untuk memastikan respons cepat dan terpadu jika salah satu negara anggota menghadapi serangan atau tekanan militer.

Pangeran Turki juga menyerukan kepada Iran agar meninggalkan apa yang disebutnya ambisi dominasi regional dan menghentikan dukungan kepada kelompok-kelompok seperti Hezbollah dan Houthi. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran Riyadh terhadap pengaruh yang lebih luas di kawasan.

Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai dukungan Iran dan rincian kontribusi kelompok-kelompok tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa negara GCC telah meningkatkan pembicaraan mengenai mekanisme pertahanan bersama, namun belum ada keputusan formal yang diumumkan secara publik.

Selain itu, Pangeran Turki mengimbau Israel untuk menghentikan apa yang ia gambarkan sebagai “kekejaman berdarah” dan pencaplokan tanah-tanah Arab. Ia juga menilai negara-negara Barat perlu menghentikan dukungan diplomatik dan militer yang menurutnya melindungi Israel dari akuntabilitas.

Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana pernyataan terkait dukungan asing dan tuduhan lainnya mencerminkan kebijakan resmi atau perubahan strategi di lapangan. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan lengkap Pangeran Turki dan respons resmi dari negara-negara terkait.

Sumber: Middle East Eye. Tim redaksi terus mengikuti perkembangan dan akan memperbarui berita jika ada konfirmasi tambahan.

Photo by: aboodi vesakaran, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.