Mantan Duta Besar AS: Iran Salah Perhitungkan Ketegasan Trump
Berdasarkan laporan, mantan duta besar Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran telah salah memperhitungkan ketegasan Presiden Trump setelah kembali meningkatnya serangan malam antara AS dan Iran — yang disebut sebagai yang terberat sejak perjanjian Memorandum of Understanding (MOU). Menurut data yang dikumpulkan dari sejumlah laporan media internasional, eskalasi serangan udara dan serangan balasan telah memicu ketegangan yang signifikan di kawasan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa kombatan Iran dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan terbaru; klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Mantan diplomat itu menilai bahwa penghitungan Iran atas respons Washington keliru dan bahwa kebijakan keras AS di bawah pemerintahan saat ini menunjukkan tekad yang lebih besar untuk menegakkan kepentingan keamanan nasionalnya di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, ia juga mengutip pernyataan pejabat AS yang menolak negosiasi lebih lanjut setelah runtuhnya gencatan senjata dan penegasan Presiden Trump untuk tidak menutup kemungkinan operasi yang lebih luas, termasuk opsi darat yang dapat dilaksanakan melalui pasukan proxy. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi terkait rencana operasi darat dari pihak Pentagon.
Hingga laporan ini ditulis, sumber-sumber yang menjadi rujukan menunjukkan bahwa serangkaian serangan malam hari merupakan yang terberat sejak MOU, dengan dampak pada jalur maritim di Selat Hormuz dan kebijakan sanksi yang kembali diperketat. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang besaran kerugian materi maupun korban sipil akibat aksi militer ini.
Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah klaim dan pernyataan yang beredar, termasuk angka korban dan detail operasi militer. Sumber resmi dari pemerintahan AS dan Iran belum memberikan pernyataan lengkap terkait evaluasi mantan duta besar maupun klaim korban yang dilaporkan oleh pihak lokal.
Photo by: Leonid Altman, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel