Yayasan HAM Ajukan Pengaduan ke ICC: Sembilan Tahanan Gaza Gugur di Kamp Sde Taman Syria Umumkan Maskapai Jerman Terbang ke Damaskus dan Aleppo, Mesir Gelar Negosiasi Buka Kembali Penerbangan ke Kairo Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Yayasan HAM Ajukan Pengaduan ke ICC: Sembilan Tahanan Gaza Gugur di Kamp Sde Taman Syria Umumkan Maskapai Jerman Terbang ke Damaskus dan Aleppo, Mesir Gelar Negosiasi Buka Kembali Penerbangan ke Kairo Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas

Mantan Duta Besar AS: Iran Salah Perhitungkan Ketegasan Trump

Admin July 16, 2026 at 12:03
Mantan Duta Besar AS: Iran Salah Perhitungkan Ketegasan Trump

Berdasarkan laporan, mantan duta besar Amerika Serikat menyatakan bahwa Iran telah salah memperhitungkan ketegasan Presiden Trump setelah kembali meningkatnya serangan malam antara AS dan Iran — yang disebut sebagai yang terberat sejak perjanjian Memorandum of Understanding (MOU). Menurut data yang dikumpulkan dari sejumlah laporan media internasional, eskalasi serangan udara dan serangan balasan telah memicu ketegangan yang signifikan di kawasan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa kombatan Iran dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan terbaru; klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Mantan diplomat itu menilai bahwa penghitungan Iran atas respons Washington keliru dan bahwa kebijakan keras AS di bawah pemerintahan saat ini menunjukkan tekad yang lebih besar untuk menegakkan kepentingan keamanan nasionalnya di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, ia juga mengutip pernyataan pejabat AS yang menolak negosiasi lebih lanjut setelah runtuhnya gencatan senjata dan penegasan Presiden Trump untuk tidak menutup kemungkinan operasi yang lebih luas, termasuk opsi darat yang dapat dilaksanakan melalui pasukan proxy. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi terkait rencana operasi darat dari pihak Pentagon.

Hingga laporan ini ditulis, sumber-sumber yang menjadi rujukan menunjukkan bahwa serangkaian serangan malam hari merupakan yang terberat sejak MOU, dengan dampak pada jalur maritim di Selat Hormuz dan kebijakan sanksi yang kembali diperketat. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang besaran kerugian materi maupun korban sipil akibat aksi militer ini.

Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah klaim dan pernyataan yang beredar, termasuk angka korban dan detail operasi militer. Sumber resmi dari pemerintahan AS dan Iran belum memberikan pernyataan lengkap terkait evaluasi mantan duta besar maupun klaim korban yang dilaporkan oleh pihak lokal.

Photo by: Leonid Altman, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.