Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Laporan: Lonjakan Tak Terduga — Isolasi Anak di Penjara Pendudukan Meningkat 19.800% pada 2024

Admin May 12, 2026 at 01:03
Laporan: Lonjakan Tak Terduga — Isolasi Anak di Penjara Pendudukan Meningkat 19.800% pada 2024

Berdasarkan laporan, data hak asasi manusia menunjukkan adanya peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam praktik isolasi hukuman di penjara-penjara pendudukan pada tahun 2024. Menurut data yang dirilis, total 4.717 orang tahanan dicatat berada dalam isolasi disipliner, dengan lonjakan isolasi terhadap anak-anak sebesar sekitar 19.800%.

Sumber lokal menyebutkan bahwa bentuk isolasi yang diberlakukan termasuk penahanan dalam sel terpencil selama periode lama, pembatasan kunjungan keluarga, dan akses terbatas ke layanan medis dan pendidikan. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran serius dari organisasi kemanusiaan tentang dampak fisik dan psikologis jangka panjang pada anak-anak yang ditahan.

Hingga laporan ini ditulis, otoritas penjara yang disebutkan dalam laporan tersebut belum memberikan pernyataan resmi. Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian angka dan metode yang diklaim, karena akses pihak ketiga ke fasilitas penahanan sangat terbatas. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan sedang mengupayakan konfirmasi dari sumber resmi serta organisasi HAM yang relevan.

Photo by: Ubeydullah coşgun, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.