Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Liga Arab Peringatkan Potensi Bencana Kemanusiaan di Al-Obeid, Sudan

Admin July 8, 2026 at 09:12
Liga Arab Peringatkan Potensi Bencana Kemanusiaan di Al-Obeid, Sudan

Berdasarkan laporan, Sekretaris Jenderal Liga Arab menyerukan penguatan upaya internasional untuk mencegah kota Al-Obeid (الأبيّض) di Sudan terjerumus ke dalam bencana kemanusiaan dan kerawanan keamanan yang lebih luas. Menurut pernyataan yang dikutip, ia menuduh pasukan Dukungan Cepat (RSF) menargetkan pasar, sekolah, dan rumah sakit.

Menurut data BBC, kota strategis yang terletak antara wilayah yang dikontrol RSF di barat dan tentara di timur itu menampung sekitar 500.000 penduduk serta 100.000 pengungsi internal. Kota ini dilaporkan mengalami 27 serangan drone hanya pada bulan Juni, yang menyebabkan puluhan warga sipil tewas dan luka-luka, serta merusak infrastruktur vital.

Sumber lokal menyebutkan kondisi seperti pengepungan, kekurangan bahan bakar yang parah, dan layanan medis yang kewalahan akibat lonjakan korban dan cedera serpihan. PBB dan Amnesty International memperingatkan bahwa warga hidup di bawah kondisi seperti pengepungan dengan akses terbatas ke air, listrik, dan bahan bakar.

Hingga laporan ini ditulis, serangan dan gangguan layanan dasar dilaporkan masih berlangsung di beberapa bagian kota. Tuduhan bahwa RSF menargetkan stasiun bahan bakar, jaringan kelistrikan, dan truk air belum dapat diverifikasi secara independen.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tersebut dan terus memantau perkembangan. Sumber lokal menyebutkan upaya evakuasi sipil berjalan terbatas di tengah kondisi yang berbahaya.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.