Pemerintah Timur Libya Bebaskan Aktivis Konvoi Gaza Setelah Sebulan Ditahan
Berdasarkan laporan, otoritas yang bersekutu dengan pemerintahan Khalifa Haftar di Libya membebaskan 10 aktivis dari konvoi yang hendak menuju Gaza setelah sekitar sebulan ditahan di gurun Libya.
Menurut data, para tahanan berasal dari Spanyol, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, Portugal, Tunisia, dan Italia. Mereka ditangkap oleh Pasukan Bersenjata Arab Libya (LAAF) yang setia kepada Haftar saat Global Sumud Convoy dihentikan di dekat kota Sirte.
Sumber lokal menyebutkan konvoi itu berusaha bergerak ke timur untuk mencapai Gaza dan sempat terhenti di zona keamanan 5+5 di sekitar Sirte, sebuah area yang dibentuk berdasarkan perjanjian gencatan senjata 2020. Mayoritas peserta konvoi sebelumnya dideportasi, tetapi 10 aktivis tetap ditahan hingga akhir Mei.
Menurut data, kementerian luar negeri di wilayah timur Libya menyatakan anggota konvoi akan dideportasi dari Libya berdasarkan putusan sebuah kamar Pengadilan Banding Benghazi. Hingga laporan ini ditulis, akun Instagram Global Sumud Flotilla merilis rekaman enam aktivis yang tiba di Istanbul dan menyapa teman di bandara. Belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi kebenaran dan detail pemulangan tersebut.
Menurut data dari Amnesty International, para aktivis menghadapi dakwaan berkumpul tanpa izin dan berpotensi menghadapi hukuman hingga enam bulan penjara dan/atau denda. Organisasi hak asasi itu juga menuduh LAAF dan kelompok bersenjata yang berafiliasi membatasi kebebasan berekspresi dan berkumpul, serta menempatkan tahanan, migran, dan pengungsi pada risiko penyiksaan dan perlakuan buruk.
Sumber lokal menyebutkan bahwa dari 1 Juni hingga setidaknya 4 Juni, para tahanan melakukan mogok makan untuk memprotes penahanan mereka dan penolakan akses terhadap pengacara serta keluarga. Menurut data, konvoi yang diluncurkan oleh aktivis Afrika Utara dan peserta internasional itu membawa tujuh ambulans, 20 rumah mobil, 10 truk bantuan serta tenaga medis, insinyur, pendidik, dan pengamat hukum.
Perjalanan tujuan untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza berakhir di Libya timur ketika LAAF menahan rombongan. Menurut data, LAAF telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang luas oleh kelompok pemantau internasional. Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim terkait perlakuan terhadap para tahanan dan proses hukum yang dijalankan terhadap mereka.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan termasuk rute pemulangan, status hukum para aktivis yang dilepaskan, dan apakah lebih banyak peserta konvoi akan dideportasi dari Libya.
Photo by: Jonathan Fernandes, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel