Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Kota Baru di Timur Rafah Dibangun oleh UEA dan Diamankan Israel

Admin August 9, 2026 at 23:04
Kota Baru di Timur Rafah Dibangun oleh UEA dan Diamankan Israel

Berdasarkan laporan Al-Araby TV pada 9 Mei 2024, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diduga memerintahkan dimulainya pembangunan infrastruktur sebuah kota baru di timur Rafah, Jalur Gaza. Menurut data yang disampaikan sumber tersebut, proyek ini direncanakan dibangun oleh Uni Emirat Arab (UEA) sementara pasukan Israel akan bertanggung jawab atas pengamanan wilayah.

Sumber lokal menyebutkan bahwa inisiatif semacam ini dipandang oleh sebagian pihak sebagai upaya untuk “re-engineering” peta demografis dan politik di wilayah tersebut — sebuah langkah yang menurut laporan bertujuan untuk “menciptakan dan melegitimasi pemisahan” sektor Gaza (محاولة لإعادة هندسة الخريطة السكانية والسياسية وتكريس فصل قطاع غزة). Menurut data lain yang beredar, pembangunan infrastruktur skala besar dapat memicu relokasi penduduk dan mengubah komposisi penduduk di sekitar Rafah.

Hingga laporan ini ditulis, detail teknis proyek — termasuk skala pembangunan, jadwal pelaksanaan, dan perjanjian resmi antara pihak-pihak terkait — belum dipublikasi secara lengkap. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ada kesepakatan formal antara UEA dan Israel untuk proyek ini, atau sejauh mana persetujuan pihak berwenang Palestina terlibat.

Sumber lokal menyebutkan pula kekhawatiran tentang dampak kemanusiaan, terutama bagi warga sipil yang tinggal di kawasan timur Rafah yang sebelumnya sudah mengalami gelombang pengungsian. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim ini dan sedang mencari konfirmasi dari pihak resmi, termasuk pernyataan dari pemerintah Israel, otoritas UEA, serta sumber-sumber lokal di Gaza.

Laporan awal ini dirangkum dari sumber yang disebutkan; perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan setelah verifikasi tambahan. Tim redaksi menegaskan perlunya pengawasan terhadap potensi perubahan demografis dan implikasi hukum serta kemanusiaan yang mungkin timbul dari rencana pembangunan tersebut.

Photo by: Sefa Türksoy, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.