Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Korban Karamnya Ferry di Guyana Meningkat Jadi 53, Saksi Selamat Ceritakan Kengerian

Admin July 22, 2026 at 12:03
Korban Karamnya Ferry di Guyana Meningkat Jadi 53, Saksi Selamat Ceritakan Kengerian

Berdasarkan laporan, sebuah kapal ferry, MV Barima, terbalik di lepas pantai Essequibo, Guyana. Hingga laporan ini ditulis, korban tewas dilaporkan 53 orang dan puluhan lainnya masih hilang serta puluhan berhasil diselamatkan. Belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut data yang beredar, ferry itu diperkirakan membawa sekitar 179 penumpang, jauh melampaui manifest resmi yang tercatat 133 orang. Saksi selamat menggambarkan suasana panik saat kapal tua itu diyakini tenggelam dalam hitungan detik setelah mengalami oleng; banyak penumpang dilaporkan terseret atau terjebak di dalam kapal.

Sumber lokal menyebutkan adanya praktik penjualan tiket untuk “penumpang hantu” yang dimaksudkan untuk menghasilkan uang tunai, sehingga kapal menjadi sangat kelebihan muatan. Pihak berwenang juga menahan kapten dan seorang awak setelah keduanya dinyatakan positif ganja, dan penyelidikan pidana telah dibuka terhadap kemungkinan kelalaian berat. Belum dapat diverifikasi secara independen terkait semua klaim tersebut.

Negara tetangga, termasuk tim penyelam dari Prancis dan bantuan dari Trinidad and Tobago, dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Pemerintah Guyana menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan dan meninjau regulasi keselamatan feri.

Para penyintas menceritakan kengerian di laut: teriakan, orang-orang yang berusaha berenang ke pantai, dan ketidakmampuan sebagian penumpang untuk keluar dari kapal yang tenggelam. Tim redaksi masih memverifikasi detail sebanyak mungkin, termasuk jumlah pasti korban, identitas penumpang, dan kronologi lengkap kejadian.

Photo by: Pok Rie, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.