Kampanye Digital ‘كذبوا عليكم’ Bongkar Ilusi Akhir Perang di Gaza
Berdasarkan laporan, aktivis dari Jalur Gaza meluncurkan kampanye digital di media sosial dengan tanda pagar “كذبوا عليكم” (mereka berbohong kepada kalian) untuk menyoroti berlanjutnya pemboman dan kehancuran meskipun ada pembicaraan tentang gencatan senjata. Sumber lokal menyebutkan kampanye itu bertujuan memperlihatkan bahwa penderitaan warga sipil belum berakhir dan kondisi kemanusiaan justru kian memburuk.
Menurut data Associated Press, serangkaian serangan udara baru-baru ini di Gaza menyebabkan sedikitnya 12 orang gugur, termasuk beberapa petugas kepolisian dan seorang anak. Kantor hak asasi PBB mengkritik serangan tersebut karena dianggap gagal membedakan antara penegak hukum sipil dan pejuang bersenjata. Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah klaim yang beredar di media sosial terkait penyebab dan pelaku setiap serangan.
Hingga laporan ini ditulis, unggahan dengan tanda pagar “كذبوا عليكم” terus mendapatkan respons luas dari pengguna di dalam dan luar Gaza, dengan banyak bukti visual yang diklaim menunjukkan rumah-rumah yang hancur, titik-titik pengungsian yang terus dibombardir, serta rekaman warga yang menggambarkan trauma dan kelangkaan bantuan. Tim redaksi masih memverifikasi materi visual dan keterangan saksi yang beredar melalui platform-platform tersebut.
Beberapa laporan internasional juga menyoroti tuduhan terhadap kelompok bersenjata yang diduga mengganggu distribusi bantuan, sementara pihak militer yang terlibat menyatakan serangan ditujukan pada target tertentu. Pernyataan dan klaim dari berbagai pihak ini kontras dengan narasi bahwa perang pemusnahan atau operasi besar telah berakhir, sehingga memicu kemarahan dan kampanye untuk mematahkan apa yang disebut aktivis sebagai “ilusi gencatan”.
Sumber lokal menyebutkan kebutuhan mendesak akan perlindungan sipil, pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Hingga saat ini, kerja sama lembaga kemanusiaan masih berjalan di bawah kondisi berisiko tinggi. Tim redaksi masih memverifikasi informasi detail tentang korban, lokasi, dan kronologi insiden yang dipublikasikan dalam kampanye digital tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah klaim tentang berakhirnya perang yang beredar secara luas merefleksikan situasi di lapangan.
Photo by: Sahrichion, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel