Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Khalil al-Hayya: Poin Penting dari Pidato Pertama sebagai Pemimpin Hamas

Admin July 23, 2026 at 02:05
Khalil al-Hayya: Poin Penting dari Pidato Pertama sebagai Pemimpin Hamas

Berdasarkan laporan, Khalil al-Hayya dalam pidato pertamanya sebagai pemimpin Hamas menyatakan komitmen kelompok untuk membantu warga Gaza dan berupaya mencapai negara Palestina yang bersatu. Menurut data, al-Hayya juga menegaskan rencana peralihan menuju pemerintahan teknokratis, meskipun rincian waktunya belum jelas. Sumber lokal menyebutkan bahwa Hamas secara sistematis menempatkan loyalis dalam struktur klan dan komite lingkungan—termasuk pengangkatan muktars—serta mengendalikan bantuan kemanusiaan untuk membangun ketergantungan dan jaringan pengawasan di kamp pengungsian. Menurut data, strategi ini memungkinkan kelompok tersebut memantau populasi dan menekan perbedaan pendapat, sehingga mempertahankan kekuasaan de facto meskipun secara publik mengklaim akan melepas kontrol administratif formal. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim mengenai pembubaran kontrol formal Hamas dan motif di balik penempatan loyalis; tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan tersebut. Hingga laporan ini ditulis, dampak kebijakan yang diungkapkan al-Hayya terhadap distribusi bantuan, tata kelola lokal, dan kebebasan sipil di Gaza belum dapat dipastikan, sehingga pengamat menyerukan pemantauan lebih lanjut.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.