Ketua Parlemen Iran Tolak Klaim AS: Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Berdasarkan laporan, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi Teheran, menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Iran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.
Qalibaf menulis di platform X bahwa “Amerika salah mengklaim aset kami yang dicairkan akan membeli produk pertanian mereka.” Menurut pernyataannya, Iran tidak akan menggunakan dana itu untuk membeli barang-barang pertanian AS. Ia juga mengkritik catatan perdagangan dan politik Washington, menyebut AS “hanya mengekspor kedelai GMO, janji yang rusak dan omongan kosong.”
Menurut data yang disampaikan oleh pihak-pihak AS, termasuk pernyataan Presiden AS yang menyebutkan bantuan awal senilai sekitar $500 juta dalam bentuk barang Amerika, dana yang dicairkan akan diarahkan untuk pembelian kebutuhan, dengan mekanisme escrow dan pembayaran langsung ke vendor pihak ketiga, bukan penyaluran tunai langsung ke Teheran. Namun, klaim ini Belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pernyataan Qalibaf bertujuan meredam kekhawatiran domestik atas mekanisme penggunaan aset yang dibekukan. Hingga laporan ini ditulis, kedua belah pihak tetap berpegang pada versi mereka masing-masing mengenai rincian teknis pemanfaatan aset.
Berdasarkan laporan internasional sebelumnya, efisiennya mekanisme escrow dan pengawasan internasional menjadi titik perdebatan. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen-dokumen teknis terkait perjanjian sementara yang diklaim melibatkan pengaturan pembelian barang-barang kemanusiaan dan komersial.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah paket awal yang diumumkan pihak AS telah diformalkan dalam kontrak-komersial atau masih berupa kesepakatan politik sementara. Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dan akan memperbarui laporan ini jika informasi resmi baru tersedia.
Photo by: Héctor Berganza, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel