Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Kementerian Kesehatan Gaza Wanti-Wanti Kenaikan Kasus Keguguran

Admin July 4, 2026 at 23:05
Kementerian Kesehatan Gaza Wanti-Wanti Kenaikan Kasus Keguguran

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan di Gaza, otoritas kesehatan memperingatkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus keguguran (gugur) dan kelainan janin.

Menurut data kementerian, lonjakan kasus keguguran dan cacat janin itu dikaitkan dengan perang yang masih berlangsung di wilayah tersebut, yang menyebabkan gangguan layanan kesehatan ibu, kekurangan obat-obatan, serta terbatasnya fasilitas perawatan prenatal.

Hingga laporan ini ditulis, rumah sakit di Gaza dilaporkan mengalami kapasitas penuh, pasokan listrik tidak stabil, dan akses menuju layanan persalinan terganggu karena pembatasan pergerakan serta kerusakan infrastruktur.

Sumber lokal menyebutkan bahwa banyak ibu hamil kesulitan mendapatkan pemeriksaan rutin dan perawatan darurat, sehingga mengalami komplikasi dan sejumlah kehamilan yang gugur.

Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti kasus atau rincian penyebab langsung setiap kejadian. Tim redaksi masih memverifikasi laporan resmi dan berupaya menghubungi organisasi kemanusiaan serta tenaga medis di lapangan untuk konfirmasi lebih lanjut.

Kementerian menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan dan akses darurat terhadap layanan kesehatan ibu dan janin untuk mengurangi risiko lebih lanjut bagi perempuan hamil di Gaza.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.