Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara

Keluarga Suriah Memberi Rumah dan Masa Depan bagi Anak-anak yang Ditinggalkan

Admin July 9, 2026 at 17:04
Keluarga Suriah Memberi Rumah dan Masa Depan bagi Anak-anak yang Ditinggalkan

Berdasarkan laporan Middle East Eye yang dipublikasikan 9 Juli 2026, sebuah inisiatif baru di Suriah sedang mengubah cara negara itu merawat anak-anak yang ditinggalkan. Program yang dipelopori organisasi lokal bernama Child Houses berkembang dari upaya darurat di Idlib menjadi model yang diadopsi oleh kompleks negara Lahn al-Hayat di pinggiran Damaskus.

Menurut data Child Houses, tim kasus organisasi itu telah menempatkan sekitar 200 anak ke keluarga asuh sejak 2021. Sejak reunifikasi wilayah-wilayah Suriah, tambahan sekitar 100 bayi lagi telah ditempatkan dalam perawatan keluarga, sehingga total mendekati 300 anak yang dibantu melalui pendekatan keluarga berbasis kafala. Hingga laporan ini ditulis, Lahn al-Hayat menampung sekitar 50 bayi yang dibedong dan tercatat sebagai anak berstatus “asal tak diketahui” di pusat tersebut.

Seorang pekerja kasus Child Houses, Swedan, menceritakan bagaimana anak-anak baru ditemukan: beberapa bayi ditinggalkan di depan masjid, rumah sakit, atau bahkan dalam tumpukan sampah. Satu foto yang ditunjukkan kepada wartawan memperlihatkan seorang bayi yang baru lahir, wajahnya penuh darah setelah diserang hewan yang mencari makanan. Kisah-kisah seperti ini mempertegas kebutuhan akan solusi selain penampungan institusional.

Kompleks Lahn al-Hayat, yang dibangun pada masa rezim sebelumnya, sempat memiliki sejarah kelam. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim yang menyebutkan bahwa pusat ini pernah menjadi bagian dari jaringan keamanan yang menghilangkan anak-anak tahanan, tetapi perubahan manajemen sejak 2025 telah menegaskan komitmen pada perlindungan anak, dokumentasi, dan prosedur penempatan keluarga.

Moutasem al-Salloumi, yang mengambil alih pengelolaan Lahn al-Hayat pada 2025, mengatakan: “Tidak ada pusat yang bisa menggantikan kasih sayang keluarga. Mereka akan selalu mendapat kehidupan yang lebih baik bersama ayah, ibu, dan keluarga.” Child Houses membantu menyusun prosedur penilaian dan penyaringan keluarga asuh agar sejalan dengan prinsip syariah dan mekanisme kafala, di mana anak tidak menerima nama keluarga asuh atau hak waris secara otomatis.

Agama dan stigma sosial menjadi faktor utama yang mendorong penelantaran bayi. Sumber lokal menyebutkan bahwa kehamilan di luar nikah, maupun konsekuensi kekerasan seksual selama konflik, sering membuat keluarga memilih meninggalkan anak demi menghindari rasa malu. Untuk menghadapi problem sosial itu, beberapa keluarga asuh bahkan memilih menyamarkan identitas mereka dalam unggahan media sosial karena takut dikucilkan.

Kisah-kisah keluarga asuh memberi gambaran perubahan sikap: Khawla, salah satu ibu asuh, menceritakan bahwa setelah kehilangan harapan untuk memiliki anak sendiri selama bertahun-tahun, ia dan suaminya menerima Ahmad pada Desember 2024. “Ada banyak anak yang kehilangan ayah dan ibu. Saya berpikir mungkin kami bisa merawat seorang anak,” ujarnya. Kepuasan pribadi dan pembalikan stigma mendorong keluarga lain mengikuti jejak mereka.

Organisasi juga mengembangkan dukungan lanjutan: penilaian rutin, kunjungan rumah, dan kelompok WhatsApp untuk orang tua asuh guna berbagi pengalaman dan solusi praktis. Tantangan besar berikutnya adalah bagaimana dan kapan memberi tahu anak tentang asal-usul mereka, serta memperkuat dukungan psikososial menjelang usia sekolah.

Perubahan kebijakan formal masih berjalan lambat. Hingga sidang parlemen pertama diselenggarakan, tidak ada keputusan hukum akhir tentang adopsi atau kerangka kafala nasional yang mengikat. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim terkait angka pasti dan riwayat institusi sebelum reformasi, namun jelas bahwa gerakan keluarga asuh secara bertahap merombak narasi lama yang menempatkan anak-anak berstatus “asal tak diketahui” di pinggiran masyarakat.

Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa rincian sejarah dan statistik yang dikemukakan sumber-sumber lokal; namun perkembangan yang dilaporkan menunjukkan pergeseran penting: dari penahanan institusional menuju perawatan dalam keluarga, dengan upaya sistematis untuk menurunkan stigma dan memberi anak-anak masa depan yang lebih stabil dan penuh kasih sayang.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.