Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Khamenei Kaitkan Kesepakatan Perdamaian AS-Iran dengan Penghentian Serangan Israel ke Lebanon Christopher Landau Wakili Pemerintahan AS pada Pelantikan Keiko Fujimori Presiden Suriah Tolak Intervensi Militer di Lebanon, Dukung Monopoli Senjata oleh Negara

Laporan HAM: ‘Kekerasan Reproduksi’ di Gaza, Pelarangan Kehamilan sebagai Senjata Perang

Admin June 12, 2026 at 20:05
Laporan HAM: ‘Kekerasan Reproduksi’ di Gaza, Pelarangan Kehamilan sebagai Senjata Perang

Berdasarkan laporan Pusat Hak Asasi Manusia Gaza, data resmi terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di Gaza tentang angka kelahiran dan aborsi sejak dimulainya perang pembasmian Israel pada Oktober 2023 menunjukkan adanya pola sistematis yang digambarkan sebagai “العنف الإنجابي” atau “kekerasan reproduksi”.

Menurut data tersebut, terjadi perubahan signifikan pada tren kelahiran dan aborsi yang, menurut organisasi hak asasi, mengindikasikan hambatan serius terhadap akses layanan kesehatan reproduksi. Laporan menyebutkan bahwa hambatan ini meliputi gangguan layanan kesehatan ibu dan anak, kekurangan obat dan persediaan medis, serta pembatasan pergerakan yang mempengaruhi kemampuan wanita mendapatkan perawatan prenatal dan persalinan.

Sumber lokal menyebutkan adanya laporan tentang rumah sakit yang kewalahan, penutupan fasilitas tertentu, dan kesulitan evakuasi pasien ke layanan yang masih berfungsi. Kelompok hak asasi juga menilai bahwa pola perubahan angka-angka tersebut dapat mencerminkan praktik yang lebih luas terkait upaya untuk mengendalikan atau membatasi kemampuan reproduksi perempuan di wilayah yang terdampak konflik.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah perubahan angka-angka itu merupakan akibat langsung dari kebijakan terkoordinasi, efek samping operasi militer, atau kombinasi faktor lainnya. Hingga laporan ini ditulis, otoritas terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan secara rinci penyebab perubahan statistik tersebut.

Tim redaksi masih memverifikasi data dan keterangan tambahan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan Gaza dan sumber lapangan. Laporan hak asasi tersebut menyerukan penyelidikan independen dan perlindungan hak kesehatan reproduksi warga sipil, serta akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan dan layanan medis bagi perempuan di Gaza.

Photo by: Emma Guliani, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.