Israel Rencana Perluas Kontrol atas Gaza dalam Beberapa Bulan Mendatang
Berdasarkan laporan Channel 14 Israel, pemerintahan Israel berencana memperluas pendudukan di Jalur Gaza dalam beberapa bulan mendatang, bekerja sama dengan Amerika Serikat. Menurut data yang dikutip saluran tersebut, rencana itu meliputi perluasan besar terhadap apa yang disebut Yellow Line di Gaza, disertai intensifikasi pemboman dan pembunuhan terarah di luar area yang saat ini dikendalikan tentara Israel.
Hingga laporan ini ditulis, tentara Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza. Sumber lokal menyebutkan adanya peningkatan patroli darat dan mobilisasi unit lapis baja di sepanjang perbatasan dan dalam kota-kota di selatan dan tengah Gaza.
Dalam beberapa pekan terakhir, serangan terarah dilaporkan membidik pimpinan militer Hamas. Menurut beberapa laporan media, dua pemimpin militer Hamas telah gugur dalam operasi yang dianggap bagian dari strategi untuk melumpuhkan struktur komando kelompok tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi nama-nama dan rincian insiden tersebut.
Pejabat Israel, menurut Channel 14, akan berkoordinasi dengan AS untuk memperluas area Yellow Line secara signifikan di seluruh Gaza dalam bulan-bulan yang akan datang. Langkah ini, kata laporan, bertujuan mengamankan area yang lebih luas sambil melanjutkan operasi militer terbatas di luar zona pendudukan.
Keputusan itu diperkirakan akan berdampak besar pada situasi kemanusiaan di Gaza. Sumber lokal menyebutkan kelangkaan bahan pangan, obat-obatan, dan akses layanan dasar di banyak wilayah yang terdampak operasi militer. Hingga laporan ini ditulis, informasi tentang jumlah korban sipil dan kerusakan infrastruktur belum dapat diverifikasi secara independen.
Pernyataan resmi dari pemerintah Israel dan militer AS mengenai rencana perluasan tersebut belum dirilis secara luas. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dan data tambahan terkait jadwal dan skala operasi yang direncanakan.
Photo by: Tomer Dahari, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship