Israel dan Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata setelah Pembicaraan yang Dimediasi AS
Berdasarkan laporan, Israel dan Lebanon menyepakati perpanjangan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat setelah pembicaraan intens antara delegasi kedua pihak dan perantara AS. Perjanjian itu dilaporkan mensyaratkan penghentian total tembakan oleh Hezbollah dan penarikan unsur-unsurnya dari selatan Sungai Litani, serta pembentukan “zona percontohan” yang berada di bawah kendali eksklusif Angkatan Darat Lebanon untuk memfasilitasi langkah menuju kesepakatan keamanan jangka panjang.
Menurut data dari beberapa laporan internasional, serangan udara Israel di selatan Lebanon menewaskan setidaknya sembilan orang, termasuk dua paramedis dan seorang tentara Lebanon. Sumber lokal menyebutkan bahwa Hezbollah membalas dengan peluncuran roket dan penggunaan pesawat nirawak ke wilayah utara Israel, sehingga situasi tetap tegang meski ada kesepakatan gencatan senjata.
Hingga laporan ini ditulis, kondisi di beberapa titik di perbatasan masih rapuh dan beberapa insiden kekerasan dilaporkan berlanjut. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim pihak-pihak yang terlibat mengenai kepatuhan terhadap ketentuan perjanjian, termasuk penarikan personel Hezbollah dan efektifitas zona percontohan.
Tidak jelas apakah perpanjangan gencatan senjata ini akan memengaruhi pembicaraan yang macet antara AS dan Iran; beberapa diplomat mengatakan efeknya terbatas pada wilayah perbatasan Lebanon-Israel saja. Tim redaksi masih memverifikasi rincian teknis perjanjian dan dampaknya terhadap dinamika regional melalui sumber-sumber resmi dan pernyataan pemerintah terkait.
Photo by: Jo Kassis, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel