Iran: Trump Sebut Gelombang Kedua Serangan AS sebagai ‘Pembalasan’
Berdasarkan laporan, Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap wilayah Iran pada Rabu malam, menjadi gelombang kedua dalam 24 jam setelah Presiden Trump menyatakan gencatan senjata berakhir dan menegaskan tindakan itu sebagai “pembalasan.” Menurut data yang dikutip, serangan kedua ini menargetkan puluhan lokasi militer, termasuk pertahanan udara dan kawasan peluncuran pesawat tak berawak di selatan Iran. Sumber lokal menyebutkan ledakan terdengar di kota pelabuhan seperti Bandar Abbas dan Sirik, serta di beberapa instalasi logistik di sepanjang Selat Hormuz.
Iran, melalui Garda Revolusi, dilaporkan membalas dengan menyerang beberapa pangkalan AS di wilayah Teluk, termasuk di Kuwait dan Bahrain; namun klaim mengenai sasaran dan kerusakan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga laporan ini ditulis, Washington menyatakan serangannya sebagai balasan atas serangkaian serangan terhadap pelayaran komersial, sementara Tehran memperingatkan akan menindaklanjuti setiap serangan tambahan. Belum ada laporan korban gugur atau tewas yang dapat dikonfirmasi secara terbuka; beberapa pihak mengklaim adanya korban, tetapi klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi tetap bergejolak dan berpotensi meluas ke titik-titik lain di kawasan. Sumber diplomatik menyebutkan adanya pergeseran kebijakan dan pembicaraan internasional yang sedang berlangsung, namun detailnya masih terbatas. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan data yang masuk serta akan mengupdate berita ini ketika informasi baru dapat dikonfirmasi.
Photo by: Konrad Ciężki, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel