Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Iran Pulihkan Akses Internet Setelah Hampir 90 Hari Pemadaman

Admin May 27, 2026 at 07:03
Iran Pulihkan Akses Internet Setelah Hampir 90 Hari Pemadaman

Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, pemerintah Iran mengumumkan pada Selasa bahwa akses internet internasional mulai dipulihkan setelah pemadaman hampir 90 hari yang terjadi menyusul eskalasi perang antara AS dan Israel terhadap Iran.

Menurut data yang dirilis oleh pejabat negara dan dikutip oleh media, Presiden Masoud Pezeshkian mengeluarkan perintah untuk membuka kembali akses internet internasional. Sumber lokal menyebutkan perintah ini dilaporkan oleh media pemerintah pada hari Senin.

Hingga laporan ini ditulis, layanan konektivitas dilaporkan pulih secara bertahap, dengan angka konektivitas yang disebut mencapai sekitar 86% pada malam hari—meskipun kelompok pemantau seperti NetBlocks memperingatkan restorasi bersifat tidak konsisten dan kemungkinan disertai pembatasan sensor yang lebih ketat. Tim redaksi masih memverifikasi mekanisme dan jadwal pemulihan penuh.

Menurut data lain yang beredar, pemadaman yang dimulai pada 28 Februari merupakan salah satu yang terpanjang di luar Korea Utara dan awalnya terkait pembatasan untuk meredam protes domestik sebelum meluas akibat konflik militer. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim bahwa pemadaman menyebabkan kerugian ekonomi sekitar $30–40 juta per hari dan mengancam sekitar lima juta pekerjaan di sektor digital.

Beberapa laporan menyatakan pemulihan ini mengikuti perkembangan diplomatik dan tekanan internasional, sementara pihak berwenang menggambarkan langkah tersebut sebagai pembukaan akses yang “diatur”. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian terkait pembatasan pada aplikasi pesan seperti WhatsApp dan penggunaan layanan “pro” berbayar selama pemadaman.

Tim redaksi masih memverifikasi semua rincian dan akan mengupdate berita ini ketika informasi tambahan tersedia.

Photo by: Lara Jameson, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.