Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

Iran Nyatakan Perjanjian Damai Dicabut, Berperang ‘Perang Eksistensial’ Usai Serangan AS

Admin July 16, 2026 at 06:04
Iran Nyatakan Perjanjian Damai Dicabut, Berperang ‘Perang Eksistensial’ Usai Serangan AS

Berdasarkan laporan Associated Press, Iran menyatakan perjanjian damai sementara telah dibatalkan setelah serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.

Menurut data yang tersiar, AS mengumumkan gelombang serangan baru pada Rabu malam. Sumber lokal menyebutkan terjadi ledakan di beberapa wilayah pesisir dan kota di Iran, termasuk Bandar Abbas, Chabahar, dan Ahvaz.

Teheran menanggapi eskalasi itu dengan pernyataan keras dari Garda Revolusi Iran yang menyebut konflik telah memasuki “perang eksistensial.” Iran juga dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone ke negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS, serta mengancam untuk menghentikan seluruh ekspor energi dari Timur Tengah.

Menurut data militer dan laporan lapangan, operasi AS mencakup serangan terhadap sistem pertahanan pesisir dan situs rudal, serta langkah-langkah untuk mengganggu kemampuan Iran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz. Tindakan tersebut juga dikaitkan dengan penerapan kembali blokade maritim oleh AS.

Beberapa sumber menyebutkan adanya korban jiwa akibat serangkaian serangan dan serangan balasan. Beberapa personel Iran dilaporkan tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka. Hingga laporan ini ditulis, jumlah pasti korban belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tentang korban dan target serangan.

Kondisi regional dan pasar energi segera bereaksi: harga minyak melonjak setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan. Sumber lokal menyebutkan ketegangan di pelabuhan-pelabuhan utama dan jalur pelayaran di Teluk yang semakin tinggi.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS yang merinci semua target dan jumlah korban akibat gelombang serangan terbaru itu. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari kedua belah pihak dan akan mengupdate laporan bila ada konfirmasi lebih lanjut.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim tentang kerusakan infrastruktur dan dampak jangka panjang terhadap ekspor energi, tetapi krisis ini memastikan bahwa perjanjian damai yang sempat ada praktis runtuh dan eskalasi konflik berlanjut.

Photo by: Ivan Hassib, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.