Iran Peringatkan Kekacauan Regional jika Ancaman dan Serangan AS Tidak Berhenti
Berdasarkan laporan, negosiator utama Teheran menyatakan bahwa jika keamanan Iran tidak dijamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat untuk menghancurkan infrastruktur Iran termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Menurut data, eskalasi konflik meluas: Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangkaian serangan udara beruntun terhadap sasaran di sekitar Selat Hormuz, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan Bahrain. Kelompok Houthi yang didukung Iran juga menutup perairan strategis Bab el-Mandeb, mendorong harga minyak menembus sekitar $94 per barel dan memperkirakan biaya perang mencapai $37,5 miliar.
Hingga laporan ini ditulis, pihak AS melaporkan 18 anggota dinas tewas. Iran mengklaim sekitar 3.000 warga tewas, termasuk 156 yang tewas dalam serangan yang dipersengketakan pada sebuah sekolah dasar.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim jumlah korban dan rincian serangan yang disampaikan kedua belah pihak. Sumber lokal menyebutkan ancaman terhadap infrastruktur regional akan meningkat jika serangan dan retorika tidak dihentikan.
Sumber lokal menyebutkan pula upaya mediasi di Pakistan belum membuahkan gencatan senjata yang langgeng, sementara potensi serangan terhadap instalasi yang lebih kuat di sekitar fasilitas nuklir Iran tetap mengkhawatirkan.
Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan data yang diterima dari kedua belah pihak serta perkembangan terbaru di lapangan.
Photo by: Tuğba, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel