Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Iran Peringatkan Kapal Jangan Gunakan Rute Tak Disetujui di Selat Hormuz

Admin July 3, 2026 at 11:25
Iran Peringatkan Kapal Jangan Gunakan Rute Tak Disetujui di Selat Hormuz

Berdasarkan laporan, komando militer Iran mengeluarkan ancaman tindakan keras terhadap kapal tanker minyak yang menyimpang dari rute pelayaran yang disetujui Teheran di Selat Hormuz.

Menurut data yang beredar, peringatan itu disampaikan sehari setelah mediator Qatar memuji “kemajuan positif” dalam pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik. Iran menolak kewenangan Hukum Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menetapkan aturan maritim di kawasan itu dan menegaskan kedaulatannya atas rute pelayaran strategis.

Hingga laporan ini ditulis, sebuah perjanjian sementara 60 hari masih memungkinkan lalu lintas komersial, namun Teheran dikabarkan menuntut kendali permanen atas navigasi serta hak memungut biaya transit — klaim yang belum dapat diverifikasi secara independen dan ditolak oleh AS serta sekutu Teluk Arab.

Sumber lokal menyebutkan ketegangan juga meningkat seiring persiapan Iran untuk menyelenggarakan pemakaman minggu panjang bagi Pemimpin Tertinggi yang wafat. Terhadap ancaman terbaru, mediator internasional sebelumnya melaporkan adanya “kemajuan positif” dalam negosiasi, namun pejabat AS memperingatkan bahwa gangguan terhadap pelayaran komersial dapat menggagalkan proses perdamaian.

Belum dapat diverifikasi secara independen apakah ancaman tersebut akan diikuti dengan tindakan langsung terhadap kapal komersial. Ada pula laporan serangan sebelumnya terhadap sejumlah kapal dagang, namun Tim redaksi masih memverifikasi rincian dan jumlah insiden.

Pernyataan Iran datang di tengah upaya diplomatik yang rapuh untuk menstabilkan lalu lintas di salah satu jalur energi tersibuk di dunia, sementara negara-negara pelayaran dan perusahaan asuransi terus memantau situasi untuk menilai risiko operasional dan rute alternatif.

Photo by: İrfan Simsar, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.