Iran Lancarkan Serangan Semalam ke ‘Situs Militer AS’ di Sejumlah Negara Kawasan
Berdasarkan laporan, Iran melancarkan serangkaian serangan semalam yang menargetkan apa yang disebutnya ‘situs militer AS’ di beberapa negara di kawasan, sebagai pembalasan atas gelombang serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap target di dalam wilayah Iran.
Menurut data media Iran, termasuk televisi negara, ledakan terdengar di kota-kota Bandar Abbas, Sirik, Jask, serta di Pulau Qeshm. Menurut data, sekitar 10 ledakan dilaporkan terdengar di Sirik dan Bandar Abbas, sementara dentuman juga dilaporkan di provinsi Bushehr dan Hormozgan. Tidak ada rincian resmi yang dirilis mengenai korban atau kerusakan akibat serangan AS sebelumnya.
Sebelumnya, pihak militer AS mengumumkan gelombang serangan yang menargetkan puluhan sasaran di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, situs radar, serta fasilitas rudal dan drone. Menurut laporan internasional, operasi tersebut bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan balasan Iran juga menyasar fasilitas dan aset militer AS di beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman dan Yordania, serta dilaporkan adanya dampak pada fasilitas di Qatar. Beberapa laporan menyebutkan rudal berhasil diintersep di wilayah Yordania, sementara citra satelit yang dikutip oleh media asing menunjukkan kerusakan pada instalasi yang digunakan AS di Bahrain dan Qatar.
Hingga laporan ini ditulis, tidak ada rincian korban yang dikonfirmasi secara independen. Klaim-klaim tentang korban dan kerusakan Belum dapat diverifikasi secara independen; tidak ada laporan tewas atau gugur yang telah dikonfirmasi oleh sumber resmi. Tim redaksi masih memverifikasi informasi dari kedua belah pihak dan sedang memantau perkembangan situasi.
Menurut data pasar yang dikutip media internasional, ketegangan ini mendorong kenaikan harga minyak global lebih dari 2 persen, seiring kekhawatiran terhadap gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi yang strategis.
Situasi tetap sangat dinamis dan berpotensi berkembang menjadi eskalasi lebih lanjut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim tambahan dan akan memperbarui laporan ketika informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi.
Photo by: Muhammet Emir Şeker, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel