Iran: Inspektur IAEA Tidak Akan Diberi Akses ke Situs Nuklir yang Dibom
Berdasarkan laporan Anadolu, Ketua Parlemen Iran dan negosiator utama Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan bahwa inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) “tidak akan diberi akses apapun” ke situs-situs nuklir yang dibom dan mengalami kerusakan. Qalibaf menyampaikan pernyataan itu dalam pidato yang disiarkan dan diposting di saluran Telegramnya.
Menurut data yang disampaikan Qalibaf, parlemen Iran telah mengesahkan undang-undang terkait pembatasan akses, dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengadopsi resolusi yang sejalan. “Di bawah undang-undang ini, tidak akan diberikan akses apapun ke situs yang telah dibom dan rusak,” katanya, seraya menegaskan Teheran “tidak akan memberikan akses” di luar yang telah diotorisasi oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara tersebut.
Qalibaf menambahkan bahwa inspektur IAEA hanya berwenang untuk mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr dan Reaktor Riset Teheran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan serangkaian serangan terhadap fasilitas-fasilitas yang diduga terkait program nuklir Iran.
Hingga laporan ini ditulis, klaim mengenai pembatasan akses dan dampak serangan Belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan adanya kerusakan di beberapa situs yang dibombardir, namun rincian tentang tingkat kerusakan dan korban belum jelas. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan upaya konfirmasi dari IAEA maupun otoritas internasional lainnya sedang dinantikan.
Photo by: Philipp Aleev, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel