Iran: Transit Selat Hormuz ‘Masih Memerlukan Koordinasi’ dengan Teheran, Kata TV Negara
Berdasarkan laporan, televisi negara Iran pada Kamis menyatakan bahwa lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih membutuhkan koordinasi dengan Teheran. Menurut data yang disiarkan, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) “terus menetapkan syarat koordinasi dengan kekuatan angkatan lautnya bagi kapal-kapal yang hendak melintas” di perairan strategis tersebut.
Laporan itu muncul sehari setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman pada Rabu yang bertujuan mengakhiri perang antara Teheran dan Washington yang bermula akhir Februari. Menurut data yang dipublikasikan oleh kantor berita negara Iran IRNA, Teheran “akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjamin keselamatan pelayaran kapal dagang, tanpa biaya selama 60 hari” antara Teluk dan perairan terkait sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa penerapan kewajiban koordinasi oleh IRGC sudah diberlakukan sebagai langkah keamanan, namun rinciannya mengenai mekanisme koordinasi dan otoritas yang bertanggung jawab belum dijelaskan secara rinci oleh pihak berwenang. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen dari pihak ketiga mengenai pelaksanaan persyaratan koordinasi tersebut dan detail operasional dari kesepakatan 60 hari itu.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah kewajiban koordinasi akan berdampak pada jadwal pelayaran komersial atau kebijakan pelayaran internasional jangka menengah. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan ketika ada konfirmasi tambahan dari sumber resmi atau pengamat maritim internasional.
Photo by: byAmirli , Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel