Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Kepala PBB Tiba di Siprus, Tegaskan Dukungan untuk Upaya Perdamaian Zelenskyy Akan Bertemu Trump Saat Konflik Iran dan Ukraina Berpotongan

Duta Besar Iran untuk China: Negara ‘Bersahabat’ Akan Dapat Perlakuan Khusus atas Biaya Hormuz

Admin July 5, 2026 at 07:03
Duta Besar Iran untuk China: Negara ‘Bersahabat’ Akan Dapat Perlakuan Khusus atas Biaya Hormuz

Berdasarkan laporan, Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, menyatakan bahwa Teheran akan mengenakan biaya layanan baru untuk kapal yang transit melalui Selat Hormuz, namun memberikan “perlakuan khusus” bagi negara-negara yang bersahabat dengan Iran.

Menurut keterangan yang disampaikan Rahmani Fazli pada World Peace Forum di Beijing, Iran sedang bekerja “dalam kolaborasi dan kerja sama” dengan Oman untuk menyusun “pengaturan baru” bagi perairan strategis tersebut. “Sebagai negara yang menjadikan Hormuz bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa biaya ini bukanlah “tol” menurut penilaiannya.

Menurut data, Selat Hormuz biasanya mengangkut sekitar seperlima (20 persen) dari minyak mentah dan gas alam cair dunia. Hingga laporan ini ditulis, pengaturan yang akan diberlakukan setelah periode 60 hari transit gratis—sesuai kesepakatan awal yang mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran—masih belum jelas.

Rahmani Fazli mengatakan biaya tersebut dimaksudkan untuk “menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, pengawasan pelayaran kapal… dan juga menjamin serta menangani konsekuensi lingkungan dari jumlah kapal yang besar.” Ia menambahkan, “Kami akan mempertimbangkan perlakuan khusus bagi negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus berdiri di sisi kami pada masa-masa sulit.”

Langkah itu ditolak oleh Washington, yang sebelumnya menyatakan keberatan terhadap gagasan pungutan transit di perairan internasional. Sumber lokal menyebutkan diskusi lanjutan antara Iran dan Oman masih berlangsung untuk merinci mekanisme, besaran biaya, dan kriteria negara yang mendapat perlakuan khusus.

Belum dapat diverifikasi secara independen bagaimana pengenaan biaya ini akan dilaksanakan dan apa konsekuensi hukumnya pada kebebasan navigasi internasional. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan-pernyataan tambahan terkait rincian teknis dan reaksi diplomatik lebih lanjut.

Photo by: İrfan Simsar, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.