Harga minyak turun, saham menguat setelah AS dan Iran teken kerangka untuk akhiri perang
Berdasarkan laporan, harga minyak mentah Brent turun hingga 1,6 persen pada perdagangan terbaru setelah kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran menandatangani sebuah kerangka kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik berskala besar.
Menurut data, sentimen itu mendorong reli di bursa Asia, dengan indeks-indeks utama di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan mencatat penguatan pada sesi perdagangan hari ini.
Sumber lokal menyebutkan kerangka kesepakatan itu meliputi langkah-langkah sementara yang dapat menurunkan ketegangan maritim dan memulihkan aliran perdagangan minyak melalui jalur-jalur kunci. Namun, detail formal dari isi perjanjian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, pelaku pasar terus memantau perkembangan dan menilai implikasi kebijakan serta logistik terhadap pasokan energi global. Harga minyak yang lebih rendah di satu sisi dan prospek stabilitas geopolitik di sisi lain dianggap sebagai faktor utama yang mendorong arus modal kembali ke aset berisiko seperti saham.
Belum dapat diverifikasi secara independen adanya klaim lebih rinci mengenai durasi gencatan senjata atau jumlah pasukan yang akan ditarik. Belum ada laporan korban yang terkonfirmasi dari pihak manapun terkait dengan pengumuman kerangka tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan mengupdate berita ini jika dokumen resmi atau konfirmasi dari pihak terkait dirilis.
Photo by: Erik Mclean, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel