Hamas Serukan KTT Arab Darurat untuk Gagalkan Rencana Pengusiran Warga Gaza
Berdasarkan laporan, gerakan Hamas meminta diselenggarakannya KTT Arab darurat guna menghadapi apa yang disebutnya sebagai rencana pengusiran warga Jalur Gaza. Hamas menegaskan perlunya posisi Arab yang bersatu dan menuntut agar respons tidak hanya berupa pernyataan kecaman tetapi diterjemahkan ke dalam langkah-langkah politik dan diplomatik praktis untuk memastikan gagalnya rencana tersebut.
Menurut Ynet News yang mengutip surat kabar Saudi Asharq Al-Awsat, Hamas menolak elemen-elemen utama dari proposal pemerintahan dan pelucutan senjata yang diajukan mediator di Kairo, termasuk menentang dimasukkannya ‘infrastruktur’ seperti terowongan, depot senjata, dan bengkel produksi dalam kerangka pelucutan senjata. Hamas juga menuntut pembayaran penuh gaji bagi semua mantan pegawai pemerintahan, bertentangan dengan usulan yang membatasi pembayaran hanya kepada mereka yang bekerja di bawah administrasi baru. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut data dari laporan lokal, serangkaian serangan Israel di berbagai bagian Gaza menyebabkan lima warga Palestina gugur dan lebih dari sepuluh lainnya luka-luka. Sumber lokal menyebutkan bahwa penduduk juga melaporkan perluasan apa yang disebut ‘Garis Kuning’ Israel di dalam enclave tersebut. Hingga laporan ini ditulis, situasi di lapangan masih berkembang. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan rincian korban.
Menurut The Jerusalem Post, Dewan Perdamaian yang terkait dengan Donald Trump menyatakan bahwa UNRWA tidak memiliki masa depan di Jalur Gaza dan menekankan perlunya mengakhiri ketergantungan bantuan yang berkepanjangan. Sumber yang sama melaporkan bahwa COGAT Israel meluncurkan program percontohan untuk memindahkan pemeriksaan keamanan bagi warga yang kembali dari Mesir ke Pos Pemeriksaan Kerem Shalom. IDF juga dikutip mengonfirmasi gugurnya komandan peleton Hamas, Adel Jihad Mohammad Asfour, dalam serangan udara yang ditargetkan. Belum dapat diverifikasi secara independen; tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tersebut.
Menurut data PBB dan laporan media internasional, Sekretaris Jenderal PBB memperingatkan bahwa UNRWA berada di titik kritis karena kekurangan dana mendesak dan tekanan lain yang mengancam operasi lembaga tersebut. Data menunjukkan adanya kesenjangan pendanaan yang signifikan dan dampak besar terhadap staf serta layanan kemanusiaan di Gaza. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Hamas menyerukan agar negara-negara Arab segera mengambil tindakan kolektif untuk menghalau rencana pengusiran yang dituduhkan, namun hingga laporan ini ditulis belum ada konfirmasi resmi dari negara-negara Arab mengenai tanggapan terhadap seruan tersebut. Sumber lokal menyebutkan ketegangan tetap tinggi di lapangan. Tim redaksi masih memverifikasi perkembangan dan klaim dari semua pihak terkait.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel