Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat Israel bunuh 8 warga Palestina di Gaza meski gencatan senjata AS dan Israel Dinilai Merusak Proses Diplomasi dengan Melanggar Gencatan Senjata, Kata Iran Keamanan Resistensi Gaza Tahan Sejumlah Diduga Kolaborator Agenda Kebudayaan di Suriah, Rabu 10 Juni 2026 Iran Klaim Serang Basis AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai Balasan DHS Ungkap Syarat Trump untuk Timnas Iran Masuk AS Jelang Piala Dunia 2026 NBA Dinilai Berisiko ‘Sportswashing’ karena Koneksi dengan UAE Bahrain: Kementerian Dalam Negeri Umumkan Peluncuran Sirene Peringatan Sumber Daya Air Raqqa Lanjutkan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Tingkatkan Kesiapan Instalasi Operasional Albanese: ‘Kita perlu melakukan lebih banyak’ soal harga rumah; Australia gabung sanksi terhadap ‘extremist settlers’ di Tepi Barat

Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Admin May 25, 2026 at 13:23
Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Berdasarkan laporan Financial Times, sebuah rancangan kesepakatan antara Tehran dan Washington mengusulkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi waktu bagi negosiasi terkait program nuklir Iran dan pembukaan bertahap Selat Hormuz.

Menurut data yang dikutip surat kabar tersebut dari seorang diplomat, periode gencatan senjata itu akan digunakan untuk menyelesaikan isu-isu yang masih tertunda, termasuk mekanisme bagi Iran untuk menyerahkan cadangan uranium terdiperkaya tinggi miliknya. Laporan juga menyebutkan rancangan nota kesepahaman yang mengantisipasi pengangkatan ranjau secara bertahap di Selat Hormuz dan pelonggaran blokade secara proporsional.

Sumber lokal menyebutkan bahwa bagian lain dari kerangka yang dilaporkan meliputi kemungkinan pencairan aset yang dibekukan dan pelonggaran sanksi yang bertahap, meskipun besaran dan rincian finansial masih berbeda-beda dalam pemberitaan lain. Beberapa media internasional menambahkan bahwa perantara di Pakistan dan Turki aktif memfasilitasi pembicaraan, sementara politisi di Amerika Serikat dan sekutu seperti Israel menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi jangka panjang dari kesepakatan semacam itu.

Hingga laporan ini ditulis, rincian penuh dari rancangan kerangka kerja tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan pihak-pihak terkait belum menandatangani perjanjian resmi. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan memperbarui berita jika ada konfirmasi lebih lanjut.

Photo by: Mohammad Saadi, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.