Yayasan HAM Ajukan Pengaduan ke ICC: Sembilan Tahanan Gaza Gugur di Kamp Sde Taman Syria Umumkan Maskapai Jerman Terbang ke Damaskus dan Aleppo, Mesir Gelar Negosiasi Buka Kembali Penerbangan ke Kairo Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas Yayasan HAM Ajukan Pengaduan ke ICC: Sembilan Tahanan Gaza Gugur di Kamp Sde Taman Syria Umumkan Maskapai Jerman Terbang ke Damaskus dan Aleppo, Mesir Gelar Negosiasi Buka Kembali Penerbangan ke Kairo Apakah Pakistan Akan Campur Tangan Menyusul Serangan Houthi terhadap Kapal-kapal Saudi? Mesir Kutuk Serangan terhadap Yordania dan Tegaskan Solidaritas Netanyahu di Gedung Putih: Agenda Pertemuan dan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya Israel Perluas ‘Zona Kuning’, Ribuan Warga Gaza Terpaksa Mengungsi Lagi — Media Israel Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Lanjutkan Negosiasi Fase Kedua Gencatan Senjata 99 Orang Gugur Ditemukan di Bawah Reruntuhan Rumah di Al-Sabra, Gaza Gelombang Panas Ancaman Baru, Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Terancam Memburuk Meshrep: Warisan Budaya Uygur yang Menghubungkan Musik, Seni, dan Nilai-Nilai Komunitas

Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Admin May 25, 2026 at 13:23
Financial Times: Kerangka Kerja Tehran-Washington Usulkan Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari

Berdasarkan laporan Financial Times, sebuah rancangan kesepakatan antara Tehran dan Washington mengusulkan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi waktu bagi negosiasi terkait program nuklir Iran dan pembukaan bertahap Selat Hormuz.

Menurut data yang dikutip surat kabar tersebut dari seorang diplomat, periode gencatan senjata itu akan digunakan untuk menyelesaikan isu-isu yang masih tertunda, termasuk mekanisme bagi Iran untuk menyerahkan cadangan uranium terdiperkaya tinggi miliknya. Laporan juga menyebutkan rancangan nota kesepahaman yang mengantisipasi pengangkatan ranjau secara bertahap di Selat Hormuz dan pelonggaran blokade secara proporsional.

Sumber lokal menyebutkan bahwa bagian lain dari kerangka yang dilaporkan meliputi kemungkinan pencairan aset yang dibekukan dan pelonggaran sanksi yang bertahap, meskipun besaran dan rincian finansial masih berbeda-beda dalam pemberitaan lain. Beberapa media internasional menambahkan bahwa perantara di Pakistan dan Turki aktif memfasilitasi pembicaraan, sementara politisi di Amerika Serikat dan sekutu seperti Israel menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi jangka panjang dari kesepakatan semacam itu.

Hingga laporan ini ditulis, rincian penuh dari rancangan kerangka kerja tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan pihak-pihak terkait belum menandatangani perjanjian resmi. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan memperbarui berita jika ada konfirmasi lebih lanjut.

Photo by: Mohammad Saadi, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.