Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik Selatan, Australia Kecam ‘Destabilisasi’

Admin July 6, 2026 at 15:05
China Uji Rudal Jarak Jauh di Pasifik Selatan, Australia Kecam ‘Destabilisasi’

Berdasarkan laporan, China dilaporkan melakukan uji coba rudal jarak jauh di wilayah Pasifik Selatan beberapa jam setelah Australia menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji. Uji coba ini memicu kecaman dari pemerintah Australia dan sejumlah pemimpin regional.

Menurut data yang beredar, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan uji coba rudal tersebut bersifat “destabilisasi” bagi kawasan, sementara menteri luar negeri Selandia Baru Winston Peters menggambarkannya sebagai “deeply concerning”. Canberra dan Wellington menyatakan keprihatinan atas kurangnya transparansi Beijing terkait aktivitas militer di kawasan.

Sumber lokal menyebutkan peluncuran dilakukan dari kapal selam dan beberapa laporan awal menyebut rudal memasuki wilayah yang dikaitkan dengan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan. Pihak Beijing dikabarkan membela tindakan itu sebagai latihan rutin yang sesuai dengan hukum internasional.

Hingga laporan ini ditulis, rincian teknis seperti jenis rudal, apakah membawa hulu ledak, dan potensi dampak terhadap lalu lintas maritim serta keselamatan sipil belum dapat diverifikasi secara independen. Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah uji coba tersebut terkait langsung dengan penandatanganan perjanjian pertahanan antara Australia dan Fiji beberapa jam sebelumnya.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi yang beredar dan akan memperbarui berita ini ketika pernyataan resmi atau bukti tambahan tersedia.

Photo by: Da Na, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.