Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

AS, Iran dan Hezbollah Bersitegang soal Ketentuan Kabur Perjanjian Gencatan Senjata

Admin June 16, 2026 at 23:11
AS, Iran dan Hezbollah Bersitegang soal Ketentuan Kabur Perjanjian Gencatan Senjata

Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, sebuah perjanjian sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang kini menghadapi kebuntuan karena perselisihan tentang status Israel di Lebanon.

Menurut data yang beredar, teks kesepakatan yang belum dipublikasikan bertujuan membuka kembali Alur Hormuz dan memberi ruang bagi 60 hari negosiasi nuklir. Iran menyatakan bahwa keberadaan pasukan Israel di selatan Lebanon akan melanggar kesepakatan itu, sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersikukuh Israel akan tetap berada di zona “keamanan” selama dianggap perlu.

Hingga laporan ini ditulis, para pemimpin G7 mendorong pelaksanaan kesepakatan dan beberapa sekutu Eropa, termasuk Prancis dan Inggris, menyatakan kesiapan membantu — antara lain rencana demining di Selat Hormuz. Namun Presiden Prancis menegaskan keterlibatan militer tentara Prancis bergantung pada diterimanya naskah tertulis perjanjian, dan para pemimpin masih berbeda penafsiran atas beberapa ketentuan fiskal dan teknis.

Sumber lokal menyebutkan bahwa ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata yang didukung Iran, termasuk pertempuran sporadis di perbatasan Lebanon, menjadi salah satu pemicu utama kebuntuan diplomatik ini. Beberapa pihak khawatir interpretasi yang saling bertentangan mengenai penarikan pasukan dapat menyebabkan runtuhnya gencatan senjata yang diusulkan.

Belum dapat diverifikasi secara independen rincian lengkap dari teks yang dikabarkan, termasuk klausul tentang penarikan pasukan, jangka waktu implementasi, dan mekanisme pengawasan internasional. Sementara itu, pemerintahan AS tampak terpecah antara dorongan diplomatik untuk menandatangani kesepakatan dan tekanan politik dari sekutu di wilayah yang menuntut jaminan keamanan lebih jauh.

Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait pasal teknis dalam naskah dan laporan lapangan dari Lebanon sebelum merilis data lebih rinci kepada pembaca.

Photo by: Tawseef Ahmad, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.