Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran

Anak Dokter Gaza Abu Safiya Mendesak Pembebasan Ayahnya ‘Sebelum Terlambat’

Admin July 6, 2026 at 11:04
Anak Dokter Gaza Abu Safiya Mendesak Pembebasan Ayahnya ‘Sebelum Terlambat’

Berdasarkan laporan Middle East Eye, Al Jazeera, Associated Press, dan Haaretz, putra dokter Palestina Hussam Abu Safiya, Elias, mengeluarkan seruan emosional kepada pemerintahan, organisasi internasional, dan masyarakat di seluruh dunia untuk segera bertindak guna menyelamatkan nyawa ayahnya.

“Kami masih menyeru, memohon dan meminta kepada semua orang merdeka di dunia dan kepada siapa pun yang masih punya setitik kemanusiaan di hatinya untuk menyelamatkan nyawa ayah saya sebelum terlambat,” kata Elias dalam pernyataannya, yang dikutip oleh media internasional.

Menurut data penahanan, Abu Safiya — mantan direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara — telah ditahan oleh otoritas Israel tanpa dakwaan selama lebih dari 555 hari. Pengacara dan kelompok hak asasi melaporkan bahwa selama penahanan ia mengalami kondisi kesehatan yang sangat buruk, termasuk luka berat, kesulitan bernapas, ketidakmampuan untuk berbicara, dan kehilangan kesadaran berulang kali.

Sumber lokal menyebutkan bahwa Abu Safiya mengalami cedera yang terlihat pada kepala dan tubuhnya. Klaim mengenai penyiksaan dan penganiayaan oleh tahanan dilaporkan oleh pengacara Nasser Odeh serta Physicians for Human Rights Israel dan sejumlah ahli PBB yang menuntut pembebasan segera. Belum dapat diverifikasi secara independen keterangan terkait dugaan penyiksaan dan sebagian rincian kondisi medis yang disampaikan sumber-sumber tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, Abu Safiya masih berada dalam tahanan Israel. Pihak Israel menyatakan bahwa ia sedang dalam proses penyelidikan terkait dugaan kerja sama dengan kelompok bersenjata, dan Layanan Penjara Israel membantah tuduhan penganiayaan atau pengabaian medis yang dilaporkan oleh pendukung Abu Safiya.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan termasuk kondisi kesehatan terakhir Dr. Hussam Abu Safiya dan tanggapan resmi lebih lanjut dari otoritas terkait. Sementara itu, keluarga dan pendukungnya terus menyerukan tindakan cepat agar nyawanya tidak hilang.

Photo by: Omar Ramadan, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.