Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Amnesty: RSF Lakukan Pembersihan Etnis di el-Fasher, Sudan

Admin July 2, 2026 at 00:10
Amnesty: RSF Lakukan Pembersihan Etnis di el-Fasher, Sudan

Berdasarkan laporan Amnesty International, pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis selama pengepungan el-Fasher di Darfur Utara. Menurut data yang dikumpulkan organisasi hak asasi itu — yang mencakup kesaksian saksi mata, analisis citra satelit, dan rekaman video — serangan-serangan sistematis termasuk pembunuhan massal, perbudakan seksual, penyiksaan, dan penargetan anak-anak dan kelompok etnis non-Arab.

Amnesty menyebutkan terdapat lebih dari 6.000 gugur dalam kurun tiga hari selama serangan pada Oktober 2025, dan menilai pola serangan itu menampilkan “tanda-tanda genosida.” Sumber lokal menyebutkan adanya bukti video eksekusi dan penyiksaan yang menunjukkan keterlibatan komandan-komandan RSF. Kepemimpinan RSF membantah skala tuduhan tersebut.

Hingga laporan ini ditulis, konflik yang meluas di Sudan telah memaksa puluhan ribu warga meninggalkan kota dan memperparah krisis kemanusiaan yang sudah parah; menurut data lain, konflik di Darfur dan sekitarnya telah menyebabkan jutaan pengungsi internal. Amnesty menyerukan gencatan senjata segera, penempatan pasukan perlindungan internasional, dan proses hukum terhadap para komandan yang diduga bertanggung jawab.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim dan angka yang dipublikasi; beberapa bukti masih dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab pidana di pengadilan internasional. Sumber lokal menyebutkan banyak keluarga masih mencari anggota yang hilang dan melaporkan pengrusakan luas terhadap pemukiman sipil.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan dari laporan tersebut dan upaya untuk mengonfirmasi klaim melalui pihak-pihak terkait terus dilakukan.

Photo by: Ahmed akacha, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.