Aghbani Damaskus di Douma… Kisah Benang yang Menjaga Memori Tempat
Berdasarkan laporan, di kota Douma, yang dikenal sebagai ‘ratu Ghouta Timur’, seni tradisional aghbani — sejenis tenun dan sulaman khas Damaskus — terus bertahan sebagai salah satu industri warisan budaya paling tua di Suriah. Kerajinan ini, menurut data arsip lokal dan pengakuan perajin setempat, telah diwariskan dari generasi ke generasi dan memuat jejak sosial serta identitas komunitas setempat.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pengerjaan aghbani di Douma selama berabad-abad dikerjakan terutama oleh perempuan, yang dengan kesabaran dan ketelitian menenun pola-pola yang mencerminkan sejarah, upacara keluarga, dan gaya hidup masyarakat. “Benang-benang ini bukan sekadar hiasan; mereka menyimpan cerita rumah dan lingkungan,” ujar seorang perajin yang menolak disebutkan namanya.
Menurut data yang dikumpulkan oleh kelompok pemuda dan arsip keluarga setempat, motif-motif yang dipakai dalam aghbani memetakan hubungan antarklan dan peristiwa penting dalam kehidupan komunitas, sekaligus menjadi sarana pelestarian memori kolektif. Teknik pewarnaan dan pola yang khas membedakan aghbani Douma dari produk serupa di wilayah lain di Damaskus.
Hingga laporan ini ditulis, sejumlah bengkel kecil dan rumah perajin masih berusaha pulih dari dampak konflik yang melanda wilayah tersebut beberapa tahun terakhir. Sumber lokal menyebutkan sebagian materi baku sulit diakses dan pasar tradisional berubah, namun beberapa inisiatif komunitas berupaya menghidupkan kembali produksi melalui pelatihan dan pameran lokal.
Beberapa klaim mengenai jumlah perajin yang kembali berproduksi dan luasnya kerusakan fasilitas belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi informasi terkait bantuan yang diterima para perajin serta data ekonomi yang menyertai proses pemulihan industri tradisional ini.
Para perajin berharap upaya pelestarian akan menarik perhatian lebih luas — baik dari program kebudayaan nasional maupun organisasi internasional — agar aghbani Douma tidak hanya bertahan sebagai kenangan, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi generasi mendatang. Hingga ada verifikasi lebih lanjut, kisah benang yang menyimpan memori tempat ini tetap menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah tantangan zaman.
Photo by: metin cengiz, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel