Lembaga Dokumentasi Catat 83 Serangan Israel terhadap Umat Kristen dalam 3 Bulan, Sebagian Besar di Yerusalem yang Diduduki
Berdasarkan laporan yang dirilis Jumat lalu oleh Religious Freedom Data Center (RFDC) dan Hotline for Documenting Harassment against Christians in Israel, tercatat 83 serangan terhadap umat Kristen di Israel dan wilayah yang diduduki antara April hingga Juni. Menurut data, serangan itu tercatat dalam 76 insiden, dengan konsentrasi terbesar di Yerusalem yang diduduki.
Menurut data laporan, 68 insiden terjadi di dalam wilayah Yerusalem, sebuah kota yang juga dihormati oleh umat Kristen. Dua insiden tercatat di Haifa dan Galilea di utara Israel, satu insiden di wilayah Danau Galilea, satu di Tepi Barat, satu di Beit Shemesh di barat Yerusalem, dan dua insiden di Mevaseret Zion di barat Yerusalem.
Lembaga non-pemerintah yang menyusun laporan tersebut menyatakan fokus pengumpulan datanya adalah pada insiden yang berkaitan dengan kebebasan beribadah. Sumber lokal menyebutkan bahwa beberapa kejadian melibatkan intimidasi terhadap jemaat dan gangguan terhadap kegiatan keagamaan, namun detail setiap kasus bervariasi.
Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim terkait motif dan pelaku setiap insiden belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan tambahan dan perincian lapangan sebelum publikasi lebih lanjut.
Laporan yang dikutip oleh Anadolu ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap keselamatan komunitas Kristen di kawasan yang menjadi pusat ketegangan itu, dan menyerukan pemantauan lebih lanjut atas kebebasan beribadah bagi semua warga.
Photo by: Leon Natan, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel